Mekari Qontak
Marketing

4 Cara Menjual Properti ke Generasi Milenial

Selling Property to Millennials

Masa depan memang menjadi sesuatu yang selalu dipikirkan oleh setiap generasi, tak terkecuali Generasi Milenial. Rumah menjadi salah satu aset masa depan yang selalu dipikirkan oleh generasi satu ini, apalagi ketersediaan lahan yang kian menyempit dan harga yang kian melejit menjadi faktor mengapa generasi ini begitu mempersiapkan masa depannya agar dapat memiliki rumah. Ini juga menjadi indikasi bahwa generasi ini cukup ngebet memiliki rumah.

Kendati Generasi Milenial sangat ingin memiliki rumah bukan berarti membuat mereka mudah menerima penawaran Anda untuk membeli rumah. Pasalnya, masih banyak pertimbangan bagi mereka sebelum membeli sebuah rumah.

Karena itu Anda perlu tahu apa saja yang harus Anda tonjolkan agar dapat menjual properti kepada Generasi Milenial.

1. Berikan Tampilan Properti yang Menarik

Semakin majunya teknologi membuat siapa pun semakin mudah menggali informasi, tak terkecuali saat mencari properti. Tak perlu untuk bertemu langsung, Generasi Milenial cenderung lebih suka melihat-lihat properti yang dicari lewat internet meski hanya sebuah foto.

Nah, agar dapat menarik minat mereka untuk berkunjung dan melihat langsung properti Anda, maka sudah menjadi tugas Anda untuk mempersiapkan gambaran properti lewat foto yang bagus. Bahkan bila perlu buatkan video yang dapat memperlihatkan berbagai sisi properti.

Dan untuk dapat memberikan tampilan yang menarik pastinya Anda harus mengeluarkan budget lebih dulu. Kecuali bila Anda sudah memiliki skill sendiri untuk mengambil dan mengedit foto maupun video.

Selling Property to Millennials

Sumber Gambar: jayamasproperty.blogspot.co.id

2. Jelaskan Lingkungan dan Akses Properti

Generasi Milenial cenderung lebih menyukai lingkungan tempat tinggal yang tenang dan tak terlalu bising. Ini karena mereka sudah terlalu lelah bila harus berada di tengah kebisingan seperti lingkungan pekerjaan dan jalanan yang padat.

Selain itu, generasi ini dikenal sebagai generasi praktis. Itu juga berpengaruh pada kriteria properti yang mereka incar. Biasanya mereka cenderung mencari tempat tinggal yang mudah diakses, terutama yang tersentuh oleh transportasi umum dan banyak tempat makan atau mini market di dekat tempat tinggal mereka.

3. Rumah Minimalis Harga Terjangkau Lebih Diminati

Salah satu ketakutan Generasi Milenial adalah ketidakmampuan membeli rumah. Bahkan ada artikel yang menyebutkan bahwa Generasi Milenial akan menjadi generasi yang kesulitan memiliki rumah karena tingginya harga rumah.

Karena itu Anda perlu menentukan harga jual properti agar tak terlampau tinggi. Bagi Anda yang pengembang, Anda bisa menyiasati dengan membangun rumah yang minimalis. Karena kesadaran Generasi Milenial akan harga rumah yang kian melejit membuat mereka lebih tertarik berburu rumah yang minimalis. Tak perlu terlihat mewah, yang penting harga terjangkau oleh kantong.

Selling Property to Millennials

Sumber Gambar: nextavenue.org

4. Permudah Proses Transaksi

Generasi Milenial merupakan generasi yang praktis. Mereka tidak suka sesuatu yang berbelit atau dianggap ribet. Dan mereka cenderung mudah untuk membatalkan transaksi bila memang menemukan sesuatu yang dianggap ribet. Karena itu, saat Anda menawarkan properti kepada generasi ini, ada baiknya Anda segera menawarkan berbagai bantuan proses transaksi. Sehingga pembeli Anda tak perlu repot-repot mengurusi ini-itu untuk SHM dan sebagainya.

Dan kebanyakan dari Generasi Milenial ini ingin membeli rumah dengan proses KPR, hanya saja sedikit dari mereka yang memahami betul perosesnya. Jadi Anda bisa berinisiatif untuk memberikan penjelasan dan menawarkan bantuan untuk proses KPR.

Inilah poin-poin yang perlu Anda ingat dan jalankan apabila Anda ingin menawarkan properti kepada Generasi Milenial. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan bisa menjadi acuan Anda untuk mendapatkan penjualan yang lebih baik. Khususnya penjualan properti ke Generasi Milenial.

Related Articles

WhatsApp WhatsApp Sales